Kegiatan pembelajajaran yang diterapkan di IBI Kesatuan adalah sebagai berikut:

  1. Pembelajaran kolaboratif
    Pembelajaran kolaboratif yang diterapkan IBI Kesatuan adalah LMS (Learning Management System). Pembelajaran kolaborasi merupakan suatu aktivitas belajar yang membantu mengarahkan mahasiswa untuk belajar secara aktif, yaitu dengan cara memberikan tugas kepada mereka guna menyelesaikan pekerjaannya dalam kelompok-kelompok kecil. Pembelajaran mengacu pada lingkungan dan metodologi kegiatan mahasiswa melakukan tugas umum di mana setiap individu tergantung dan bertanggung jawab satu sama lain. Hal ini juga termasuk percakapan dengan tatap muka dan diskusi dengan komputer (forum online, chat rooms, dll.). Learning Management Systems (LMS) adalah konteks yang memberikan makna pembelajaran kolaboratif tertentu. Dalam konteks ini, pembelajaran kolaboratif mengacu pada kumpulan alat yang mahasiswa dapat digunakan untuk membantu, atau dibantu oleh orang lain. Alat tersebut termasuk ruang kelas virtual (yaitu ruang kelas yang didistribusikan secara geografis dan dihubungkan oleh koneksi jaringan secara audio-visual), chatting, thread diskusi, application sharing (misalnya seorang rekan projek spreadsheet pada layar rekan lain di seluruh link jaringan untuk tujuan kolaborasi), dan lain sebagainya.
  2. Pembelajaran syncronous dan asynchronous,
    Pembelajaran syncronous adalah metode pembelajaran realtime yang dilakukan bersama-sama antara dosen dan mahasiswa yang dapat berkomunikasi dua arah secara langsung. Contoh pembelajaran synchronous adalah pembelajaran tatap muka di kelas, pembelajaran online tatap muka melalui zoom atau aplikasi lainnya, atau pembelajaran forum diskusi pada waktu yang sudah ditentukan dimana terjadi interaksi antara dosen dan mahasiswa secara realtime dan bersamaan.
    Pembelajaran asynchronous (tunda) adalah sistem pembelajaran yang diatur sedemikian rupa sehingga mahasiswa dapat belajar dengan waktu yang fleksibel. Pada umumnya pembelajaran asynchronous ditata agar memiliki deadline pengiriman tugas, waktu pengiriman yang panjang, menu penyajian materi, instruksi kegiatan pembelajaran, dan ruang diskusi asinskron.
  1. Mobility student/Sit in Program, 
    merupakan proses pembelajaran dengan cara memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengikuti perkuliahan, atau kegiatan akademik di institusi pendidikan atau perusahaan di luar negeri. Program ini bertujuan untuk memperluas wawasan global mahasiswa terhadap praktik akuntansi lintas negara, serta membekali mereka dengan pemahaman mengenai perbedaan sistem keuangan, regulasi, dan budaya bisnis. Selain meningkatkan kompetensi akademik dan profesional, program mendorong pengembangan softskills seperti adaptabilitas, komunikasi lintas budaya, dan jejaring internasional, yang sangat penting dalam era globalisasi profesi akuntansi.
  2. International Guest Lecture merupakan kegiatan dengan menghadirkan dosen tamu dari perguruan tinggi luar negeri pada perkuliahan mata kuliah tertentu.